Thursday, April 11, 2013

Lesung Dijadikan Obyek Wisata Khas Gua Kreo

GUNUNGPATI-Waduk Jatibarang yang masih dalam proses pengerjaan diharapkan dapat menunjang potensi Wisata Goa Kreo. Pengunjung tidak hanya dimanjakan atraksi kera liar melainkan juga pemandangan indah Waduk Jatibarang.

Hal itu disampaikan Kepala Satuan Kerja Non-Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Waduk Jatibarang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Mochamad Mazid. Dikatakannya, ditargetkan Waduk Jatibarang akan rampung November 2013.

“Pembangunan masih dalam tahap pembuatan terowongan pengelak, terowongan intip, dan sliwing way. Terowongan pengelak berfungsi mengalihkan aliran air dari Kali Kreo ke bendungan dengan diameter 5,6 meter. Sedangkan daerah tangkap air seluas 54 kilometer persegi dengan tinggi pondasi waduk 77 meter,” terangnya dalam sarasehan di Dusun Talun Kacang Goa Kreo, Kelurahan Kandri, Gunungpati, kemarin (28/6).

Selain Goa Kreo, saat ini Desa Kandri juga memiliki aset wisata lain. Di antaranya pohon bambu yang beraroma khas. Masyarakat sekitar mengatakan aromanya seperti bau kopi. Kemudian adanya monyet ekor panjang dengan nama latin Macaca fascicularis. 

Budaya Menarik

 
Kebiasaan masyarakat yang kini menjadi budaya juga layak ditawarkan. Seperti Rewanda yang biasanya dilakukan saat bulan Syawal. Rewanda adalah ritual memberikan buah-buahan ke monyet di Gua Kreo. Kemudian Nyadran Siwarak ritual sebelum puasa, dan waktunya ditetapkan pada Minggu Pon, setiap Rejeb.

Kebudayaan lain yang dapat ditawarkan adalah permainan lesung dan pukul kentongan yang dimainkan oleh warga. Dua acara tersebut ikut meramaikan sarasehan yang dihadiri masyarakat dan perwakilan sejumlah SKPD Kota Semarang, kemarin. Kesenian ini akan dijadikan obyek wisata khas di kawasan tersebut.

Kepala Seksi Produk Pariwisata Disparta Jateng, Agung Satrio Prakosa menyatakan, di Jateng terdapat 115 desa wisata. Antara lain di Purbalingga dan Sragen. 
Dia menyatakan sangat antusias bila Desa Kandri berkeinginan menjadi desa wisata. Apalagi keinginan itu berasal dari warga sendiri.
“Biasanya desa wisata akan lebih baik jika muncul dari warga, bukan dari pemerintah yang menunjuknya,”  imbuh Agung.

Lurah Kandri, Akhiyat meminta bimbingan SKPD seperti Dinas Bina Marga, Dinas Pariwisata terkait pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana serta pemberdayaan masyarakat di sekitar objek wisata Gua Kreo. (K18-JBSM/16)
Sumber : Harsem

No comments:

Post a Comment